Kilas Balik Tragedi SP KKA

Kronologi tragedi Simpang KKA Berawal dari malam Jumat 30 April 1999 , malam itu penduduk Gampong Cot Murong kecamatan Dewantar...





Kronologi tragedi Simpang KKA
Berawal dari malam Jumat 30 April 1999 , malam itu penduduk Gampong Cot Murong kecamatan Dewantara mengadakan ceramah perayaan 1 Muharram yang jatuh pada hari itu, namun, perkumpulan warga tersebut oleh TNI dianggap sebagai rapat pemberontakan yang diadakan oleh GAM, karena kecurigaan tersebut maka diutuslah seorang sersan yang bernama adityawarman untuk mengontrol jalannya rapat, tanpa diketahui seluk beluknya oleh warga gampong Cot Murong, Adityawarman menyusup ke dalam ceramah gampong tersebut. Anehnya Aditywarman yang tidak diketahui sosoknya oleh warga gampong Cot Murong, tiba-tiba dikatakan menghilang oleh komandan Den Rudal 001/Pulo Rungkom, Aceh Utara.
Keesokan malamnya, tepatnya pada tanggal 1 Mei, sebuah truk TNI Den Rudal 001/Pulo Rungkom berkeliling Gampong Cot Murong , diduga mereka sedang memantau keadaan kampung tersebut
Minggu pagi tanggal 2 Mei tepatnya pukul 05.00 Wib pasukan Den Rudal 001 Pulo Rungkom mulai mengadakan operasi di Gampong Cot Murong, pada hari itu masyarakat Cot Murong sedang mengadakan kenduri anak yatim di Mesjid Al Abrar Cot Murong dengan menymeblih empat ekor lembu bertepatan dengan datangnya bulan Muharram,
 Awalnya acara itu berjalan aman, namun pada pukul 11:00 Wib tentara-tentara yang telah mengepung kampung sejak Subuh  menghampiri kumpulan warga di acara kenduri dengan alasan untuk menanyakan keberadaan anggota TNI yang hilang  satu hari sebelumnya
Perlakuan kasar dari TNI dialami oleh sekitar 20 orang warga. Mereka menerima berbagai siksaan dari tentara-tentara tersebut. Bahkan beberapa warga mengalami cedera. 
Berita tentang penyiksaan di Gampong Cot Murong begitu cepat tersiar ke kampung-kampung tetangga, akhirnya mereka memadati gampong Cot Murong , tidak hanya warga kampung sekitar yang datang, bahkan warga dari kecamatan Nisam yang berjarak cukup jauh dari Cot Murong juga datang untuk mencegah kembali siksaan yang dilakukan anggota TNI.
Dua jam kemudian warga Gampong Cot Murong mengadakan negosiasi bersam Danramil Dewantara, dan TNI berjanji untuk tidak menggangu dan mengusik kenyamanan Gampong Cot Murong dengan alasan apapun. Dan akhirnya masa dari warga dan TNI membubarkan diri.
Minggu malam setelah dilakukan negosiasi gampong Cot Murong masih saja ricuh ternyata TNI tidak memenuhi janjinya, berbagai penyusupan rahasia TNI dilakukan, bahkan TNI sempat ingin memarkirkan boat di pantai Cot Murong, namun gelagat mereka diketahui warga, sampai Senin pagi warga berkumpul untuk menjaga keamanan kampung.
Pada pukul 09:00 Wib sebuah truk tentara memasuki desa Cot Murong dan Lancang Barat, tetapi diusir oleh masyarakat setempat. Warga desa bersama camat Dewantara berunjuk rasa  ke markas Korem 011 untuk menuntut janji yang diberikan komandan sehari sebelumnya.
Pada siang hari, pengunjuk rasa berhenti di persimpangan Kertas Kraft Aceh (KKA), Krueng Geukueh, yang lokasinya dekat dengan markas Korem, kemudian pengunjuk rasa mengirimkan lima orang perwakilan untuk berdialog dengan komandan, namun negosiasi tidak menemukan hasil malah negosiator warga dipukuli tentara.
Ketika dialog sedang berlangsung, jumlah tentara yang mengepung warga semakin banyak, tiba-tiba sebuah truk tentara datang ke arah kerumunan pengunjuk rasa dan melempari batu, tidak terima, kemudian warga membalas lemparan batu tersebut dan membakar dua sepeda motor. Setelah itu, dua truk tentara dari Arhanud yang dijaga Detasemen Rudal 001/Lilawangsa dan Yonif 113/Jaya Sakti datang dari belakang dan mulai menembaki kerumunan pengunjuk rasa, puluhan warga tewas dan ratusan mengalami luka-luka.
Koalisi NGO HAM Aceh mencatat sedikitnya 46 warga sipil tewas, 156 mengalami luka tembak, dan 10 orang hilang dalam peristiwa itu. Tujuh dari korban tewas adalah anak-anak yang ikut berunjuk rasa.
Setelah kejadian tersebut, pihak militer yang terlibat dalam penembakan brutal tersevut  mengklaim bahwa penembakan yang dilakukan TNI adalah bentuk pertahanan diri karena warga melempari markas Koramil dengan batu, dan mereka hanya ditembaki peluru karet. Meski begitu, sejumlah dokter di rumah sakit mengaku menemukan peluru timah di 38 jenazah dan 115 korban luka.
Korban menuntut keadilan
Tahun 2000, telah dilakukan penyelidikan dan pengkajian oleh Komisi Independen Pengusutan Tindak Kekerasan di Aceh yang dibentuk melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 88/1999.Komisi independen ini menyebutkan sebanyak 39 warga sipil tewas (termasuk seorang anak berusia 7 tahun), 156 sipil mengalami luka tembak, dan sekitar 10 warga sipil dinyatakan hilang
17 tahun telah berlalu kasus pelanggaran HAM KKA belum terusut dan pelaku belum diadili, malah pelaku sudah naik pangkat, bertahun-tahun korban tragedi KKA berusaha supaya keadilan dapat ditegakkan. Namun suara mereka hanya sia-sia belaka dan dianggap angin berlalu oleh pemerintah, trauma tragedi Sp KKA belum menghilang rakyat tak terima mereka diperlakukan semena-mena hingga terbentuklah Komunitas Korban HAM Aceh Utara (K2HAU)sebagai wujud persatuan setiap korban pelanggaran HAM di SP KKA dan Aceh Utara
Hingga setelah disahkannya Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) pada 2013 oleh DPR Aceh untuk menyelidiki kekerasan dan pelanggaran HAM di Aceh. Sampai saat itu pula hak korban tragedi SP KKA belum juga terpenuhi. Berbagai kritiksn muncul dari K2HAU untuk pemerintah Aceh dan Komnas HAM, mereka menilai pemerintah dan Komnas HAM tidak serius dalam mengusut kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Aceh.
Pada tahun 2016 tepatnya di bulan Mei Komnas HAM Aceh akan membawa kasus pembunuhan brutal di SP KKA ke rapat Paripurna Komnas HAM, dan jika disetujui maka kasus tersebut akan dilimpahkan ke mahkamah agung Hak Asasi Manusia. Dengan demikian kasus pembunuhan di SP KKA akan menemui titik terang.Namun hal itu aan membutuhkan waktu yang lama tidak semudah membolak-balikkan telapak tangan.


sumber@mediaaceh.co
Name

Budaya Galeri News Sastra Tahu Tahu Nggak Tips travel
false
ltr
item
Haba Seuramoe: Kilas Balik Tragedi SP KKA
Kilas Balik Tragedi SP KKA
https://1.bp.blogspot.com/-hL1JRuAegfw/VyhZEIBv3OI/AAAAAAAABiY/keKS8bq7zS4RjZV-2OeObQaGbI6pItFbACLcB/s640/tragedi%2Bkka.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-hL1JRuAegfw/VyhZEIBv3OI/AAAAAAAABiY/keKS8bq7zS4RjZV-2OeObQaGbI6pItFbACLcB/s72-c/tragedi%2Bkka.jpeg
Haba Seuramoe
http://habaaseuramoe.blogspot.com/2016/05/kilas-balik-tragedi-sp-kka.html
http://habaaseuramoe.blogspot.com/
http://habaaseuramoe.blogspot.com/
http://habaaseuramoe.blogspot.com/2016/05/kilas-balik-tragedi-sp-kka.html
true
8632046939406554501
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy