5 Cerpen yang Belum Terselesaikan (3)

  Mercusuar Willem’s Toren Setelah Syukri terbangun, kami menuju rumah saudaranya Azhari, sesampai disana jam sudah menunjukkan 11...


 



20160221_172940
Mercusuar Willem’s Toren


Setelah Syukri terbangun, kami menuju rumah saudaranya Azhari, sesampai disana jam sudah menunjukkan 11:15
Sesampainya disana Azhari sudah keluar untuk melaut, tinggal istri bersama anaknya Raisa yang masih berumur 2 tahun
Eka istrinya Azhari langsung saja membawakan kami sarapan pagi yang sudah ia persiapkan setelah subuh
Ikan-ikan yang harganya lumayan mahal juga terhidang, maklum alam Pulo Aceh masih asri dan masih  mudah mencari ikan disana
Setelah sarapan pagi kami mandi secara bergantian, sebelum mandi bang Thayeb masih saja asik dengan laptopnya, mengirim berita ke media di tempat ia bekerja, hari itu semua tugas yang kami tulis juga dikirim ke media, untuk beberapa hari media itu dipenuhi oleh berita yang kami tulis
Siang hari kami bergegas menuju Willem’s Toren yang sudah lama aku impikan untuk berkunjung kesana
Syukri menjadi pemandu jalan, sepeda motor yang ia tumpangi bersama bang Thayeb melaju ke depan, aku dan Reza mengikut di belakang mereka
Jalan mendaki dan menurun membuat kami harus berhati-hati, apalagi jalannya terkadang berliku-liku dan terhampar jurang disampingnya
“Hati-hati,” kataku pada Reza
“Tenang-tenang,” jawabnya
Pemandangan yang memukau membuat perjalanan yang melelahkan itu tidak terasa, sesekali disaat kami sampai di sebuah tempat yang memiliki pemandangan yang memukau kami berhenti dan berfoto, termasuk ketika kami melihat lautan yang airnya kehijauan ditambah latar belakang gunung hijau yang membentang di belakangny, sehingga membuat kami harus rela berfoto ditengah jalan
Jam menunjukkan pukul 16:00 mercusuar itu belum saja terlihat, yang aku lihat hanya laut, hatiku merasa heran, karena aku mendengar kalau mercusuar itu letaknya diatas bukit, tapi sampai sekarang kami masih saja berjalan di seputaran pantai
Ternyata Syukri membawa kami menuju pelabuhan Meulingge yang memliki pemandangan yang sangat memukau dan membuat mata tidak ingin berpaling darinya
Air laut kehijauan jernih, sebuah perahu terikat tali agar tidak terbawa arus, anak-anak bermain diatas jembatan dermaga itu
“Mana mercusuarnya?,” tanyaku
“Mercusuarnya tertinggal di belakang, sepulang dari sini kini akan singgah disana, ini ujung pulau Breuh,” kata Syukri
12745741_900424790055544_5929259143157024138_n

Setelah mengabadikan momen yang indah itu kami melangkah menuju Willem’s Toren atau sering disebut dengan menara suar Pulo Breuh
Jalan perbukitan yang mendaki lagi berliku membuat perjalanan menjadi lama, terkadang kami harus meninggalkan kawan yang ikut berboncengan bersama untuk berjalan kaki karena sepeda motor tidak bisa melaju dengan beban yang berat, kecuali Rahmat dan Mukhlis, sepeda motor mereka mampu membawa beban dua orang diatas bukit seperti itu, karena mereka tidak berbadan besar
Aku tinggalkan bang Thayeb dan Reza berjalan kaki menaiki bukit
Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di tempat kami menunggu
Tiba-tiba suara beberapa orang yang baru kembali dari mercusuar melewati kami, nasib mereka juga sama, ada yang berkendara dan ada juga yang berjalan kaki
“Bang apa masih jauh?,” tanya Mukhlis
“Tidak bang sekitar 500 meter lagi,” jawab seseorang diantara mereka dengan nafas terengah-engah
“Kalau begitu, kita tinggalkan saja motor disini dan berjalan kaki,” ujar Rahmat
“Ooo jangan bang,” jawab mereka serempak
“Ga akan sampai kalau jalan kaki,” ujar seseorang diantara mereka
Kami memutuskan untuk kembali berkendara, sementara jalan masih rata tidak mendaki
Reza mengendarai sepeda motor, aku duduk di belakangnya, tiba-tiba ban depan motor itu masuk kedalam bekas jalan kendaraan yang agak dalam dan terjatuh
Aku segera bangun, tapi Reza tertimpa sepeda motor kulihat kakinya terjepit , segera kubangunkan, Reza tertawa terbahak-bahak, ternyata kakinya tidak sampai tanah ketika ban masuk lubang
Perjalanan begitu melelahkan, rasa suka dan khawatir bercampur aduk, jam 17:45 kami sampai di gerbang mercusuar yang tergembok
Kami mencoba masuk dari samping gerbang, sesampainya disana kami disambut oleh beberapa orang penjaga yang sangat ramah, mereka menceritakan sejarah berdirinya mecusuar itu,
Mencusuar itu berdiri kokoh sejak 1875, dua tahun setelah Belanda masuk ke Aceh begitu yang aku tahu dari bang Thayeb
Pemandangan dari samping mercusuar itu sangat indah, laut terbentang luas di bawahnya, jejeran pulau-pulau juga menyibukkan kami untuk tahu satu persatu nama pulau-pulau itu
Aku tak henti-henti mengambil foto, karena menurutkku akan sangat rugi kalau sampai aku menyesal karena tidak sempat mengabadikan foto di tempat yang sangat jauh ini
Rasa lelah seketika hilang, pesona menara suar Pulo Breuh membuat kami bersemangat
12745982_660164684126313_1458204806967894632_n

Name

Budaya Galeri News Sastra Tahu Tahu Nggak Tips travel
false
ltr
item
Haba Seuramoe: 5 Cerpen yang Belum Terselesaikan (3)
5 Cerpen yang Belum Terselesaikan (3)
https://acehsa.files.wordpress.com/2016/02/20160221_172940.jpg?w=840
Haba Seuramoe
http://habaaseuramoe.blogspot.com/2016/03/5-cerpen-yang-belum-terselesaikan-3.html
http://habaaseuramoe.blogspot.com/
http://habaaseuramoe.blogspot.com/
http://habaaseuramoe.blogspot.com/2016/03/5-cerpen-yang-belum-terselesaikan-3.html
true
8632046939406554501
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy