Cerpen "Pak Cek yang Malang"

Brrm brrm  tit tit suara klakson bang Daud memecahkan gurauan bapak-bapak yang sedang menikmati kopi pagi di warung kopi pak Cek Ami...





Brrm brrm  tit tit
suara klakson bang Daud memecahkan gurauan bapak-bapak yang sedang menikmati kopi pagi di warung kopi pak Cek Amin
"Assalamualaikum", ucap Daud sembari merapikan rambutnya
"waalaikum salam"
kenapa kau tersenyum-senyum seperti kepala kambing terbakar Daud?", canda Pak Cek yang membuat semua orang di warung kopi itu tertawa
"Alah Pak Cek ni, emangnya pak Cek pernah lihat ekpresi kambing terbakar?
Pak Cek garuk-garuk kepala, sewarung kopi menertawakannya
"Jahat sekali kau Wud, teganya kau buat muka pak Cek melompong tanpa ekspresi seperti itu, apa kau tidak takut hutangmu ditagih sekarang?", gurau pak Ibrahim yang diikuti tertawaan orang yang ada di warung kopi
"Alaamak, mana mungkin pak Cek yang baik itu menagih secepat itu, apalagi hutangku belum setoko", 
hahhahahha( warung kopi semakin ricuh, pak Cek tersipu malu, karena gurauannya sendiri akhirnya mendapat imbasnya
Berrrm bereeem berrrrm, titttt tuuuuum 
"Tolong-tolong, ada tabrakan"
Teriak seorang bapak dari kejauhan,yang membuat orang se kampung panik, termasuk bapak-bapak yang duduk di warung kopi pak Cek
warga seketika berhamburan ke tempat kejadian, ada yang lupa mengenakan baju hanya berbalut sarung, bahkan ada yang lebih lucu pak Subhan namanya, ia lari terbirit-birit ke tempat kejadian tanpa sadar kau bantal guling masih dalam pelukannya, dengan mengenakan celana setengah lutut, dengan kaos putih yang tipis
"Ada apa ini?, tanya Pak Subhan
Warga yang sudah berkumpul disana seketika mengalihkan pandangan kepadanya
"Hahaha, apa yang kau lakukan disitu Subhan?", tanya pak Cek
warga yang sudah berkumpul tidak sanggup menahan melihat tingkah pak Subhan, rasa iba mereka kepada korban tabrakan seketika pudar
"Ah kau diam saja pak Cek, apa kau tertawa  karena merasa dirimu paling ganteng dan menganggap aku orang jelek yang tidak pantas berada disampingmu?"
Seketika wajah pak Cek berubah melompong tanpa ekspresi hal yang sama kembali terulang
"Apa kau merasa dirimu paling ganteng pak Cek? kalau kau merasa dirimu paling ganteng tak sampai hati aku menjodohkanmu dengan si Aminah istrimu itu, dulu saja kau merengek-rengek didepan rumahku, berharap aku mendekatkanmu dengannya, sekarang kau sudah angkuh, merasa dirimu berada di langit sedang kakimu masih di tanah, alamak pak Cek kau memalukan sekali", tambah Subhan yang membuat muka pak Cek seolah tak ingin berada di tempatnya
Daud dan bapak-bapak yang berada di warung kopi pak Cek hanya tertawa geli melihat pak Subhan menceramahi pak Cek, mereka tak berani angkat bicara karena tahu bagaimana karakter pak Subhan yang pintar mengalihkan pembicaraan saat dirinya sudah terpojokkan
"Bukan begitu Subhan, apa kau tidak malu dengan penampilanmu seperti itu seperti bayi yang belum  berakal saja"
pak Cek menaikkan suara, mukanya yang tadinya melompong kini memerah, tak ada senyuman di wajahnya
orang yang hadir di tempat itu seketika tertawa
Pak Subhan yang tadinya merasa diatas angin seketika terjatuh melihat orang-orang menerawakannya
"Bukan begitu pak Cek"
Belum sempat ia selesaikan ucapannya segera disela oleh pak Cek
"Jadi karena kau tidak ganteng, kau lantas menghina diriku, apa karena dirimu yang lusuh berbalut kain tipis dilindungi oleh guling yang bergambar pulau Sumatera itu kau berani mencela aku?"
Pak Subhan tak tahan mendengar ucapan pak Cek, lantas segera ia tinggalkan tempat itu dan berlari pulang
uuuuuuu, teriak orang yang hadir disitu, mereka tak menyangka kalau pak Cek sampai berucap seperti itu
"Tolong, tolong, apa kalian hadir disini hanya untuk mendengar ocehan mereka atau menolong aku?", ucap anak muda korban tabrakan dengan nada lemah
Seketika pandangan  berbalik kepadanya, bahkan ada yang merasa geli mendengar ucapannya, akhirnya pemuda itu digopoh menuju puskesmas dan dirawat selama beberapa saat sebelum orang tuanya menjemput
"Aku tak menyangka pak Cek, sampai berucap seperti itu", ucap Daud kepada pak Cek
"Ah kau tak mengerti Daud, itu hanya candaan orang dewasa saja"
"Tapi pak Cek, apa benar pak Cek merengek-rengek untuk mendapatkan mak cik Aminah?", tanya Daud setengah mengolok-olok 
Pak Cek hanya tersenyum saja mendengar pertanyaan Daud
"Kalau memang pak Cek diam berarti itu memang betul adanya, kalau begitu boleh tidak aku merengek-rengek menikahi Icut anakmu yang cantik jelita itu dengan mahar yang rendah?, tanya Daud yang diakhiri dengan tertawaan hahahhaha
"Kau seperti bapakmu yang sok ganteng itu, apa kau tahu kalau kau lahir dari ibu yang bermahar murah?, bapakmu itu tak punya uang sama sepertimu hanya pintar berhutang, lantas lahirlah anak sepertimu", wajah pak Cek seketika memerah
Daud tak menduga ucapan pak Cek seperti itu, ia percepat langkatnya meninggalkan pak Cek sendiri, setelah ia rasa sudah jauh ia berhenti dan berpaling kepada pak Cek\
"Kalau ibuku bermahar murah, apa salahnya aku menikahi putrimu yang cantik jelita itu dengan mahar yang lebih murah, kau pasti setuju hahahahhaha", teriak Daud yang membuat pak Cek semakin marah dan berlari mengejarnya
Daud tertawa terbahak-bahak  melihat pak tingkah pak Cek yang begitu kekanak-kanakan, tak menyangka kalau orang tua itu akan sebegitu marahnya hari ini
"Kau dengar Daud, aku tunggu kau di warungku sampai jam 12 malam ini, kalau kau tidak melunasi semua hutangmu, akan kukejar kau ke ujung dunia", teriak pak Cek dengan nafas terengah-engah
Hahahahhaha
"Kejar saja kalau kau sanggup yang penting kau jangan lupa kalau aku calon menantumu"
"Apa?  kau kira kau cukup ganteng untung mendapatkan anakku?
"Ganteng atau tidak, tapi dia mencintai aku hahahhaha", olok Daud yang membuat pak Cek semakin marah
Pak Cek berhenti berlari dan membiarkan Daud sendiri
"Lari saja kemana kau mau, sepeda motormu itu jadi sitaanku sampai kau lunasi hutangmu"
Mulai hari itu setiap kali Daud mendekati warung kopi pak Cek, selalu dihadang oleh pak Cek dengan sebilah parang yang ia pegang di tangan kanannya, Daud kembali berbalik arah pulang melihat tingkah pak Cek
orang-orang hanya tertawa melihat tingkah mereka, sudah sampai seminggu Daud belum juga melunasi hutangnya, akhirnya sepeda motornya itu dijual oleh pak Cek dan dari uang itu digunakan untuk melunasi hutang Daud dan sisanya dikembalikan
Daud hanya termangut-mangut saja melihat motor miliknya sudah tak ada
Name

Budaya Galeri News Sastra Tahu Tahu Nggak Tips travel
false
ltr
item
Haba Seuramoe: Cerpen "Pak Cek yang Malang"
Cerpen "Pak Cek yang Malang"
https://3.bp.blogspot.com/-LCyigbXpj2g/V2-HhtBYVxI/AAAAAAAABl8/pZGe1696CTQ6vFQxkW6_h6WBj6-MJj49QCLcB/s640/12782490_899851906779499_1073634711_n.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-LCyigbXpj2g/V2-HhtBYVxI/AAAAAAAABl8/pZGe1696CTQ6vFQxkW6_h6WBj6-MJj49QCLcB/s72-c/12782490_899851906779499_1073634711_n.jpg
Haba Seuramoe
http://habaaseuramoe.blogspot.com/2016/02/cerpen-dengan-judul-pak-cek-yang-malang.html
http://habaaseuramoe.blogspot.com/
http://habaaseuramoe.blogspot.com/
http://habaaseuramoe.blogspot.com/2016/02/cerpen-dengan-judul-pak-cek-yang-malang.html
true
8632046939406554501
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy